Februari 22, 2011
Catatan sore tentang perjalanan
Dunia maya is dunia maya, tapi sepertinya dengan berjalannya waktu, terjadi pergeseran yang signifikan. Dunia maya, dalam artian pergaulan via internet adalah dunia nyata baru. Kita bertemu banyak sekali sahabat-sahabat baru, bertukar pikiran menjalin relasi. Facebook adalah jejaring yang paling fenomenal dan dahsyat dalam memopulerkan pergaulan dunia maya. Begitu dimudahkan kita mencari sahabat baru melalui akun kita di jejaring social ini. tiap hari teman bertambah dan terus bertambah. Namun dengan banyaknya teman pada akhirnya seleksi yang tak disengaja terjadi. Hanya teman-teman tertentu saja yang menjadi akrab dan seolah telah menjadi keluarga baru.
Begitulah apa yang terjadi dengan diriku, dari seribu lebih list teman, tak ada 100 yang sungguh sungguh telah menjadi sahabat yang sebenarnya, tentu diluar teman-teman alumni dan teman-teman satu kampung. Persahabatan kita berjalan dengan demikian indah, kita bercanda, bersendau gurau layaknya anak-anak SMA. Dalam perkembangan berikutnya, tak hanya Via FB saja, namun juga dengan YM. Anganku melambung tinggi, melupakan pedihnya hidup. Aku seolah menemukan oase dalam perjalanan panjang yang begitu dahaga. Ini dunia yang aku impi-impikan, ada mimpi menyertai dalam perjalanan berikutnya. Ada tangan yang terkepal, ada motivasi yang seolah terbakar.
Di FB aku explore bakat yang tak sempat aku kembangkan. Mulailah aku kembali belajar menulis. Satu demi satu puisi asal-asalan aku posting, dan sambutan dari teman-teman membuatku sedikit besar kepala. Akupun semakin rajin saja menulis. Dalam perkembangan berikutnya, perkenalanku dengan seorang penulis cukup tenar, Herlina tiens suhesti / Gozhali punya peran yang teramat penting. Seolah beliau telah menjadi trendsetterku dalam gaya tulisan. Dulu aku yang takut-takut untuk sekedar meminta komentarnya, kemudian menjadi akrab karena sikap beliau yang begitu open dan semanak. Dari beliau juga aku punya sahabat-sahabat baru yang demikian penting dalam pergaulan di dunia maya. Salah satunya adalah Rika Prasetyanti. Pertama kali kenal aku pikir beliau adalah seorang penulis juga, namun ternyata bukan. Walau begitu, pribadi dia yang humoris, menjadikan jarak begitu semakin dekat. Kamipun bisa saling sapa tiap hari.
Selain mereka berdua , tentu saja masih banyak sahabat-sahabat dunia maya yang seolah telah menjadi keluarga baruku. Ada Bena, ada lutfie, ada ririe, ada ester, ada febe, ada Uly, ada Koto, ada Azzet, ada Yayan, ada Kika, ada Ajie, ada widhi, ada lina, ada mbak yantie, ada Al, ada rosana, ada roni , ada rizal, ada mamiz, ada ember, ada risa, ada qiqi ahh ternyat banyak juga masih ada yang lain tentu saja.
Ahh sahabat yang membuat aku melupakan sebentar dunia nyata, aku seolah punya arti disini, di dunia maya. Betapa sumpeknya hidup di dunia nyata, membuat mimpi yang tersaji di dunia maya menjadi air yang menyegarkan. Tak terasa satu tahun lebih waktu terus berjalan dan hampir menginjak tahun kedua kayaknya perjalanan dunia fesbukku. Dan ini adalah tahun-tahun dimana titik jenuh itu hadir. Ini juga mungkin bukti kevalidtan hukum Gossen itu. Tawa tak lagi serenyah dulu, canda tak lagi sesegar waktu itu. Bahkan masalah sering muncul diantara kita. Semacam konflik kecil-kecilan.
Sore yang begitu hening, ketika ide tulisan ini muncul ke permukaan kepalaku. Aku renungkan tentang hidup yang tak juga berubah selama dua tahun ini. Stagnasi yang demikian parah, tak kuasa aku tahan cairan bening yang sesungguhnya ingin jatuh.
Sia-sia…!! Ahh…perjalanan yang sia –sia! Mimpiku tentang dua naskah novelku pun tak juga terealisasi. Padahal dulu aku sempat berikrar, bahwa dua novelku inilah yang akan jadi tiket menuju hidup baru. Ahhh…! Aku terlampau besar kepala, aku tak bisa instropeksi diri. Tak ada yang perlu di persalahkan, semua salahku! Aku terlampau pemimpi.
Aku harus terus melangkah, life must go on!! Harus semangat walau hidup sungguh semakin berat. Sementara usia semakin pikun saja. Tak perlu aku merutuki kegagalan, yang aku juga tak mau menyebut itu kegagalan. Aku harus kembali berpijak ketanah. Tak seharusnya aku meletakakan seluruh hidupku di dunia maya. Aku harus bekerja! Aku harus fokus! Aku harus cari duiiiit….!
